Disfungsi Ereksi Karena Tonton Film Porno Beritaion – Sebagian besar pria yang terpapar pornografi disebut kehilangan ‘rasa’ seks yang nyata. Men’s Health mengumpulkan pendapat dari para peneliti dan pakar soal masalah tersebut. Hasilnya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung gagasan “disfungsi ereksi yang disebabkan oleh pornografi”. “Ada tiga penelitian laboratorium yang menunjukkan film porno tidak berhubungan dengan fungsi ereksi,” kata Nicole Prause, pendiri Liberos, penelitian seks dan perusahaan bioteknologi di Los Angeles. “Tidak ada penelitian yang pernah menghubungkan keduanya.

Disfungsi ereksi dapat disebabkan banyak hal, seperti stres, cemas, penyalahgunaan zat, penyakit jantung dan lainnya. Namun, percaya atau tidak, ‘menonton’ film porno pun bisa menyebabkan kondisi tersebut. aktivitas saat terpapar pornografi—masturbasi—bisa menjadi penyebab sederet masalah seksual (gangguan ereksi hingga ejakulasi dini),” kata Ian Kerner, psikoterapis berlisensi dan konselor seksual. Lebih khusus lagi, disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh penggunaan gaya masturbasi idiosyncratic, atau masturbasi yang menggunakan jenis tekanan dan gesekan yang tidak mudah ditiru saat berhubungan seks.

Menurut Jennifer Vencill, terapis seks di Pusat Kesehatan Seksual di University of Minnesota, jika seseorang terbiasa melakukan masturbasi dengan cara tertentu, maka mereka mungkin memerlukan stimulasi lebih kuat saat seks di kehidupan nyata dengan pasangan. Kondisi ini tentu menyebabkan masalah lain seperti kesulitan mencapai orgasme. “Ini akan menjadi masalah masturbasi, bukan masalah pornografi, dan agak mudah diselesaikan,” kata Kerner tentang efek masturbasi idiosyncratic pada kehidupan seks pria.

Jadi, menurut Tobieas Kohler, saat seseorang menonton film porno—dan secara konsisten mencapai orgasme melalui jenis masturbasi tertentu—maka mungkin ia perlu stimulus khusus saat berhubungan seks dengan pasangan. Sementara itu, Kerner mengungkapkan, pornografi dapat memberikan harapan yang tidak realistis tentang seks, yang pada gilirannya menyebabkan kecemasan. “Saya belum melihat penelitian yang baik untuk menunjukkan, pornografi entah bagaimana membuat otak laki-laki mengalami gangguan seksual,” katanya.

Jika seseorang merasa menonton film porno mengganggu kemampuan berhubungan seks dengan pasangan, segera periksa ke ahli urologi untuk memastikan kondisi medis yang menyebabkan hal tersebut—seperti diabetes, masalah jantung, atau bahkan tipe obat-obatan tertentu. Berbicara dengan terapis seks juga dapat membantu.  Bagi sebagian pria, terutama mereka yang merasa pornografi mengganggu moral mereka, pornografi dapat memiliki efek negatif. Jika seseorang merasa seperti disfungsi ereksi disebabkan oleh gaya masturbasi idiosyncratic, Vencill merekomendasikan untuk tidak melakukan masturbasi dan seks selama seminggu.  Waktu istirahat akan memungkinkan munculnya gairah seks, sehingga ketika kembali dengan pasangan, maka lebih mudah terstimulasi. Intinya, menonton film porno memengaruhi setiap pria secara berbeda—tetapi penelitian yang lebih konkret perlu dilakukan sebelum dapat dikaitkan dengan disfungsi ereksi.

Baca juga : Mengetahui G-Spot Wanita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here